Pengkritik pemerintah Malaysia Raja Petra Kamaruddin, diadili sehubungan dengan artikel yang mengaitkan wakil perdana menteri.
Raja Petra, seorang blogger politik, mengaku tidak bersalah atas dakwaan menghasut.
Hal ini terkait dengan artikelnya yang mengaitkan Wakil Perdana Mentri Najib Razak serta isterinya terlibat dalam pembunuhan seorang penerjemah Mongolia dua tahun lalu. Raja Petra Kamaruddin adalah seorang tokoh yang dikenal orang-orang di pemerintahan, yang menggunakan situsnya onlinenya, Malaysia Today, untuk membuat gelisah dan mengekspos mereka.
Sebelumnya tahun ini dia menerbitkan sebuah artikel berjudul "Mari kita kirim para pembunuh Altantuya ke Neraka", yang merujuk kepada kasus pembunuhan seorang wanita Mongolia tahun 2006.
Raja Petra mengklaim bahwa Wakil Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, yang merupakan salah seorang yang paling berpengaruh di negara itu, terlibat dalam pembunuhan itu.
Salah seorang penasehat terdekatnya sekarang sedang diadili atas dakwaan melakukan pembunuhan tersebut, namun Najib Razak menyangkal berperan dalam kematiannya.
Bulan lalu Raja Petra tiba-tiba ditangkap dan ditahan berdasarkan undang-undang keamanan dalam negeri Malaysia, ISA.
Berdasarkan ISA, dia bisa ditahan tanpa batas waktu dan tanpa diadili.
Para pengecam pemerintah Malaysia, di dalam dan luar negeri, menyerukan menyerukan agar ISA dihapuskan.
Sejauh ini undang-undang tersebut digunakan bagi para tersangka teroris, namun dalam serangkaian penahanan baru-baru ini undang-undang tersebut juga digunakan untuk membungkam para pembangkang.
October 7, 2008
Blogger Malaysia diadili
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 komentar:
Post a Comment