June 19, 2007

Rest of memories..

Saat mencari handkit krisbow yang gak tahu kemana, Di laci kedua meja komputer, saya mendapatkan sebuah penyimpan data lama yang seingatku pernah menjadi teman setia dikala masih menyusun skripsi dulu.
Padahal beberapa waktu lalu, dua flashdisk ku hilang ntah kemana dan masih menyisakan sakit hati saja setelah data-data penting juga turut hilang. Alhamdulillah, ternyata lain dicari lain yang didapat, flashdisk ini bisa kugunakan kembali.

Setelah laporan selesai, saya mencoba mengetes media ini, seenggaknya bisa menjadi teman baik lagi. Rupanya file skripsi masih tersisa satu folder dan bahan seminar di folder lain. “Namun koq file dengan mana “kehidupan” ada dalam deretan file skripsi yah?” pikirku sambil mengingat kembali password file terinkripsi ini.

Sekedar info buat pembaca, file ini adalah kumpulan tulisan kecil yang tersimpan di hape N 6310i saya dulu tahun 2005 hingga pada saat menjelang seminar dan ujian skripsi di bulan september di tahun yang sama. Sebagian telah saya hapus karena suatu dan lain hal dan inilah sedikit dari sisa memori itu : ( satu yang saya ingin sampaikan, rupanya aku bisa juga buat puisi yah?hehehe)


Saya merasakan kekeliruanku atau ketakutanku. Lalu kenapa ku tak berani melangkah lebih jauh, bersikap lebih pasti atau mungkin lebih baik ku beralih.
06:39:02
15-03-2005

Penat terbawa pusing terasa
terhanyut dalam kesedihan & ketakutan yang kubuat sendiri
menafikan semua apa yang telah kuraih
Berharap ku tertambat di keterhanyutanku
ke tepi yang lebih pasti.
06:39:02
15-03-2005

Gelisah tak tahu harus bikin apa!!!!!!!
15:00:34
02-05-2005

Ketika hidup tak tahu arah
Kucoba memakna dengan ilusi asa
Lalu kuterbenam dalam kasatnya dunia
Hampa rasa
Entah kuberada di alam mana
Namun kutahu nada itu masih ada
14:57:21
07-05-2005

Tenang dalam ketidaktahuan
Senang dalam kebimbangan
Terbuai dalam kegamangan
Lalu kutarik sebuah angan
Akankah ini kujalani tanpa tekanan
Dan gelak ocehan?
15:01:48
07-05-2005


Words are the dress of thoughts
which should be no more presented in rags,
tatters and dirt than your person should
“The earl of chesterfield”
18:12:22
16-05-2005

Sibuk mencari yang tak pasti
Lelah melakukan yang tak mesti
Lalu menyendiri…
Apakah semua hanya ini yang terjadi?
YAHU, tunjukkanlah yang tak mati tuk selalu bersamamu dengan abadi
18:53:39
31-05-2005

Kutahu yang terbaik darinya
Untuk dapatkan yang terbaik untukku
Semoga tetap untukku
16:59:34
20-06-2005

Kesendirian bukan berarti tak peduli
Keramaian bukan berarti tak selalu bersama
Jangan pernah merasa bisa
Untuk yang kau mampu
Jangan pernah menyerah
pada hal yang belum terselesaikan
20:39:48
28-07-2005

Khawatir terus menghantui
Karena hidup terus berjalan
Menanggulanginya bukan berarti menghilangkannya
Semoga bisa berbaur dengan asa
Yang berjalan dengan waktu yang tersisa
20:50:09
28-07-2005

NEVER SURRENDER IN EVERYTHING YOU EFFORT!
12:26:17
29-07-2005

Jangan pernah takut sedikitpun
dalam menghadapi siapapun
15:09:23
12-08-2005

Walau jauh namun saling memahami
Kisah dan resah bertaut tak henti
Ku tak katakan jangan menangis
Karena air mata tak berarti sakit
19:16:11
12-08-2005

Jamah diri dalam kehampaan
Tertekunku pada daun yang terjamah
Oleh angin tanpa bentuk
Dia tetap pada dahan
Hingga diperintahnya tuk jatuh
Kutahu jamahan itu ada
Tapi kutak menyerah
karena kutahu aku takkan jatuh
17:00:42
06-09-2005

Kilas balik tak henti
Seseorang penuh arti
Optimisme selalu terjadi
Kemanapun langkah ini pergi
Walau kutahu hidup ini tak abadi
Kan kurindu selalu yang kunanti
(Bersambung jam 00)….
21:23:52
20-09-2005


Dulu saya pernah …
Kemarin saya dapat …
Pernah dia membuat …


sekarang saya sudah …
Hari ini saya harus …
Saya akan …
Karena hidup tak selalu beradu
Antara pasti dan tak pasti…
(Bersambung jam 00) …
21:36:38
20-09-2005


Segala yang terjadi hari ini
Adalah momen terindah yang patut disyukuri
Kekurangan hari ini
Adalah wujud kekuatan yang membuat kita
Bertahan dan tetap berjuang
Bersama dan tetap bersatu untuk masa depan
00:01:34
21-09-2005

Selamat ulang tahun yang ke-26
Kebersamaan, kebahagiaan selalu menghiasi kisah perjalanan kita
Warna itu tetap ada tuk hiasi semua tentang kita
Ramaikan cerita yang penuh asa
00:02:05
21-09-2005


Puasa adalah menahan diri dari segala yang dapat diperintahNya
Dalam Bulan Ramadhan. Lalu apa sebenarnya diri itu?
Dimana batin kita jika kita hanya selalu berbicara tentang zahir saja?
Tanpa mengetahui diri sebenarnya
maka jelaslah kita hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja
“Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu”
05:48:42
16-10-2005

Lanjut?

June 17, 2007

That made me angry..

Concerning terrorist issue and news just appeared in every tv media in Indonesia, i remembered bolt from the blue what i called "indignity" happened last month. I went to purchase air ticket to Jakarta. While the staff claimed my one-way ticket, she disturbed me with this sentence " Your name is Abdillah Khomeini, right? have you ever gone to Western Countries or european countries? surely never, right?".By these words that puzzled me, i asked her back " why did you know i never did?" with my confused smiley face i put my hands above the desk. "Of course, because your name is like this. Such that name is hard to get visa or get many procedures to get it cause it might be suspected as terrorist..." she replied while looking at the computer.

I took back again my debit card from her and loudly replied " why on earth that silly words could be out from your mouth instead of friendly welcome and harm thanks you may express?? who are u, indonesian or somebody out from the grave? or you are totally coward chineese, aren't you?" directly i went out of the office angrily without paying the ticket eventough it was already printed.

Lanjut?

June 15, 2007

Among those damned options

Once i stacked in a moment where i could not frankly solve, running away from those was only and always solutions i made. I don't know why..i don't know why..
It is only way of totally unsolved that, forgetting a moment and trapped back again with more complicated problems. Why i should work this all out? why i jumped on sumthin i didn't like at all? why i blamed all due to unwisely resolution i made? I don't know why..i don't know why..

When it came to me with all of its pride and foolish unreachable price, so what?? it means that i mean it, doesn't it? with all of dreamy words it described and how fresh buckets of flirting nonsense it came in, it means i am anxious about that, doesn't it? how come i could be surprised?....

surely, i met those sucks with only once unintentionally wink, so please yoo..
those are only indifferent wink, wink with no means at all. Nothing at all...

Lanjut?

Kabar sayang..

Seandainya supir angkot itu menghentikan mobilnya dan menghampiri saya, mungkin siang itu saya sudah masuk TV acara kriminal dengan topik "pria berkacamata ndut memukul sopir angkot" hehehehe... hanya karena senggolan ringan, saya sempat memaki si sopir tepat di sisi kanan mobil angkot itu. Entah ada apa pagi ini hingga menjelang sore tadi, seakan dengan seenaknya perasaan jengkel dan marah beradu trus dalam benak .. tapi setidaknya, kerjaan laporan saya akhirnya rampung juga sore tadi sesuai instruksi bos.

Sorenya, saya terima telepon dari kakak, yang menginformasikan bahwa nama saya tidak tercantum dalam daftar lulus seleksi staf di perusahaan telekomunikasi nomor 1 itu. Meskipun tes psikologinya hanya satu hari, saya bela-belain untuk pulang pergi Jogja-makassar-jogja dalam sehari dengan harga tiket pesawt yang melonjak sangat jauh supaya dapat berhasil masuk dalam perusahaan itu.

Ooohh.. akhirnya impian dari dulu itu belum bisa kesampaian juga. Aku berdoa aja semoga masih ada kesempatan selanjutnya untuk mencoba. Tapi, kenapa yah rasa jengkel dan marah itu yang menjadi warna awal dari peristiwa hari ini hingga muncul informasi itu?

Jika jengkel dan marah itu sikap yang tidak baik, apakah itu menandakan hasil tes saya jelek juga? ataukah mungkin sebaliknya?

Aku cuma bisa menerka-nerka sekedar mengaitkan peristiwa yang sama sekali tidak ada hubungannya... yaah.. semoga saya bisa mendapatkan yang lebih baik lagi esok hari...

Lanjut?

Lil bit try of how hard getting a job

Bit of worry pricked me this morning on my way to post office to send an envelope of -what i called pieces of luck n pride- full of my identities and work experiences to one of telecoms company. hearing tompi song within my walkie, i just had saucy harsh scream shouted by old man about a step beside me. "Weeee hati-hatikow!!!.. sund**** iniee...!!!" blasted my focus off. thinkin i was just throwing ciggy away and strucked him straightly on his face, i realized it was just light slip between his honda and "angkot" due to my slickly move. Halah.. just saying sorry is still enough to overcome such this condition... after failing on previous test, im still figuring out other chances and supposing other obstacles merely just a small stone toward my success. weeekkksshh....

My cellphone rang with Jammie cullum's mind trick sound, i parked my bobby (that wut i named my motorcycle) and answer the call. Again and again, boring questions came on the beneath "gimana kabar? baik-baik aja kan? dah makan? koq ga nelpon-nelpon sih?..". i was annoyed again and stumbled back to unfocused mind. i was straight away to post office staff to have my envelope sent. worrying i didnt completely submit my proposal, i checked again all documents. I damned forgot to attach KTP copy on this folder and asked the staff where i can copy that.

Only two steps goin out this building, it was hard raining and caused me postponed to copy KTP.
However, for the sake of hunting this job, i took bobby and went toward two block near post office to complete all document coz i had to send this before this noon. After copying this damned small thing, Toekang Parkir came said to me "Bocorki ban belakang ta pak!..". Wahh!, what the hell happen with u bobby, why u did this to me hah??!! again, the small stone yak? hahayhayhay....

I took my bobby to the repairing service and keep it a while there to gotta rush to post office. Tough it was still hard raining, i kept running. Finally i arrived and had this sent away. walking back to the repairing service where i kept my motorcycle, i thought why this small thing looked so difficult to work out? is that just a small stone for getting better job or a signal i will not be passed again??

i met person repaired my motorcycle and asked him how much i should pay. "annang sa'bu ji pak, ka rua lobanna bela, allo2 na nibayaraka' sampulo sa'bu, passammi annang sa'bumo pak..".
then i take 10.000 and gave it all. just expecting may this charity ease my way to get this job hehehehe...
Lanjut?

Lanjut?

Donor Darah

Dengan target memenuhi janjian jam 11.00 pagi ini, saya berangkat meninggalkan rumah pukul 10.45 waktu jam tangan saya. Pagi ini memang saya cuma berencana bertemu dengan Prof. Husni Tanra di Rumah Sakit. Akademis untuk melaporkan dan menyelesaikan laporan keuangan dan kegiatan di Jogjakarta pekan lalu, tak lupa pula juga saya membawa tas kecil yang biasanya terselip kartu merah didalamnya.

Sampai disana, diruangan beliau, kami berdiskusi sejenak dan sedikit beradu opini didalam pertemuan itu, maka akhirnya selesailah pertemuan tersebut dengan meninggalkan banyak perbaikan laporan disana-sini termasuk beberapa pesan dari beliau – yang juga Ketua AMDA Indonesia (Association Medical Doctors of Asia), LSM yang bergerak dibidang kesehatan dan penanggulangan medis darurat)- sebagai masukan final dalam laporan yang saya buat. Siang ini, dengan perasaan melegakan, ditambah lagi melihat “Bos” saya itu mengacungkan kedua jempolnya ke saya (mantaph!), langkah ini kayaknya ringan sekali.

Keluar dari rumah sakit dengan bangga menenteng laporan yang telah di "approved", "wah.. nyamanna kalo minum kopi ini duluee.." pikirku sambil mengeluarkan bobi -sapaan motorku- dari ruwetnya jejeran motor parkiran di rumah sakit ini.

Menuju ke salah satu warung kopi langgananku di daerah pengayoman, kembali saya teringat kartu merah yang terselip di tas kecilku. "Perasaan.. lama-lamaka' lagi tidak donor nyawa ini ee.." benak ini berputar mengingat waktu terakhir donor nyawa sambil mencoba menghubungkan gimana caranya minum kopi dan donor nyawa ini dapat berjalan walaupun tidak sesuai dengan rencana sebelumnya.

Akhirnya saya putuskan menuju ke Jalan Lanto Dg. Pasewang ke kantor Palang Merah Indonesia Makassar. Tempat ini -dimana kata Guruku beberapa waktu lalu “ini tempat sumbang nyawa”- sudah sangat tidak asing lagi bagi saya. Mulai pada saat gedungnya masih berornamen rumah belanda sampai model semi modern, saya masih mengenalnya dengan baik, bahkan hampir semua pegawainya baik yang tua maupun yang muda saya kenal walaupun beberapa dari mereka hanya kenal muka saja.

Tapi sebelum saya masuk, biasanya saya melirik ke sebelah kanan gedung dulu tuk memastikan apakah warung kopi samping PMI ini buka atau tidak. Walau jarang minum kopi ditempat ini, tapi aroma dan rasa tidak beda jauh tapi setidaknya saya dapat menjadikan 2 rencana itu dapat berjalan tanpa berpikir ke tempat yang lebih jauh. Seperti halnya hari kantor, warung kopi ’Dottoro’ samping kantor PMI ini juga buka sesuai jam kerja dan tutup dikala para pegawai negeri, yang sebagai besar adalah pelanggannya, pulang kerumah masing-masing.

Setelah masuk ke ruangan tunggu, yang sudah di desain sangat apik dan membuat siapa saja akan betah dan secara tidak langsung dapat memberanikan dirinya mendonorkan darah, saya menyempatkan untuk memeriksa kartu merah, kartu donor darah PMI, apakah sudah menunjukkan waktu yang laik untuk mendonor atau tidak. “ Wah.. keknya masuk ke lembar baru deh..hehehe..” pikirku melihat lembar pertama kartu donor itu sudah penuh, mengindikasikan saya sudah melakukan donor darah yang ke-15 kalinya. Meskipun katanya ada penghargaan kepada siapa saja telah mendonor darah sebanyak lima belas kali, saya tidak terlalu mengharapkan hal tersebut.

“ Yang ke 16 maki donor di pa’ Adil?, banyakmi tawwa...” kata Iccang, salah satu staf yang menyapaku di meja depan bagian pemeriksaan HB, saya cuma tersenyum dan berharap masih bisa memenuhi cap stempel di semua lembar kedua kartu merah itu. Namun, tidak seperti biasanya jika saya datang, ruangan pemeriksaan itu penuh dengan orang yang membutuhkan darah dan tidak mengantre di bagian pendaftaran.

“Pak adil, kasi mi darahta ‘ ke adiknya ini ibu di? Ka dia lagi membutuhkan trombosit secepat mungkin dan kebetulan darahta’ O’ ji juga sesuai dengan yang dia butuhkan! Kan beratta’ 60 kg lebih ji toh?” dengan mimik agak serius, alis mata naik berlawan arah, Iccang memohon ke saya. “dari kita ji pak, atur maki saja, lebih baik lagi kalo saya bisa liat orang yang butuhkan darahku, toh pak? balasku sambil tersenyum, merubah gaya duduknya yang menyamping mengarah komputer yang ada di meja sebelah, sambil melirikku ke kursi sebelah kanan, ada perempuan manis rupanya.

Sambil menemani keluarganya, perempuan itu sempat menegurku “Ade’ku pa’ yang lagi sangat membutuhkan darah, dia sekarang di RS. Stella Maris..terima kasih banyak di’?!”, walaupun gak mengenal orang itu, aku sudah bisa melihat kecemasannya dan rasa terima kasih dari wajahnya. Dengan kata “ iye’ ” saya membalas muka "redut"nya dengan melanga lirih sedikit membagi rasa, Kali ini saya secara kebetulan bertemu orang yang membutuhkan darah saya secara langsung, tidak seperti biasanya, saya cuma mendonor secara aktif tiap tiga bulan tanpa harus tahu dan ketemu siapa yang membutuhkan darah saya.

Sambil melangkah masuk ke ruang donor, dengan asa dapat menyelamatkan Andi makmur, adik dari perempuan itu, sempat ku berpikir, saya bisa membantu orang hari ini walaupun tadinya cuma berencana ke warung kopi.

Rupanya kata guru saya dulu benar adanya, terpikirku walaupun tidak berpengaruh terhadap hidup atau tidaknya seseorang, donor kita itu sangat menolong yang tentunya dengan harapan setidaknya bisa menyelamatkan adik dari perempuan itu. Terkadang, jika melihat lagi kartu merah itu, rasanya ingin donor nyawa sekali lagi.

Aah.. kopi kali ini nikmat dan pengalamannya sangat luar biasa.

Lanjut?

Penulis Baru

sudah lama kenal nama ini. tapi baru coba-coba lagi. Setelah password blog sebelumnya hilang entah kemana, saya malas menulis lagi (padahal emang jarang..)hehehe.
Walaupun agak introvert, membuat kegiatan menulis adalah hal yang berat, susah mengungkapkan sesuatu dan cuma dipendam dalam benak saja. itupun jika disempatkan , paling disimpan dalam folder pribadi dengan akun pribadi yang diencrypt dengan kata sandi pribadi pula, hehehehee.. Semoga bisa coret - coret lagi di ruang ini.
Salam.

Lanjut?